Pluralisme vs Islam radikal saat persaingan pilgub DKI sebutan dari media asing ini

nilai-nilai pluralisme, pluralisme vs islam radikal, mencegah penyusup pilkada, FPI, Isu Sara, SARA di Facebook, persaigan pilgub DKI, Berita Bebas, Berita Terbaru, BeritaBebasX, Ulasan Berita, Ahok, Ahok Gubernur DKI, berkat kedatangan pendemo ahok, Islam, ribuan umat islam, aksi demo, Demokrasi,
Aksi simpatik Pilkada tanpa SARA – BeritaBebasX


Berita Bebas X, Indonesia
– Tepat hari ini, Rabu (19-April) warga Ibu Kota Jakarta m3nyalurkan suara m3reka m3milih pemimpin daerah buat 5 tahun ke depan. Paslon gubernur dan wakil gubernur nomor urut dua DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Djarot Saiful Hidayat yg m3rupakan pasangan petahana bertarung m3lawan pasangan calon nomor urut 3 Anies Baswedan dan Sandiaga Uno p4da putaran kedua.

Pilkada DKI ini benar-benar menyita perhatian media nasional hingga internasional. Seperti apa sorotan media asing dan peng4mat luar t3rhadap pilkada DKI putaran kedua ini?

P3neliti asal Universitas Murdoch Australia Ian Wilson m3nyatakan gubernur petahana Ahok m3ndapat p3rlawanan sengit dari k3lompok garis keras saat pilkada ini.

“Ada b4nyak hal yg dip3rtaruhkan, t3rutama soal b4gaimana pilkada ini disorot, buk4n mengenai b4gaimana Jakarta n4nti bakal dikelola,” ucap Wilson kep4da stasiun televisi CNN.

Leonard C Sebastian, profesor dari Program Studi Indonesia di Sekolah S Rajaratnam, Universitas Teknologi Nanyang s3kaligus profesor di Universitas New South Wales, Australia, m3nilai pilkada DKI kali ini merupakan p3rtarungan panas ant4ra wajah pluralisme dan kelompok Islam radikal.

Sebastian m3nyebut p3nantang Ahok yakni Agus pada putaran pertama dan Anies di putaran ke2 didukung oleh kelompok Islam radikal seperti Front Pembela Islam (FPI). Kelompok macam FPI, kata Sebastian, tidak rela seorang non-muslim dan keturunan Tionghoa seperti Ahok menjadi kepala daerah atau pejabat pemerintahan.

“Saya pikir tak sedikit warga Tionghoa di Jakarta m3rasa khawatir mengenai hasil pilkada ini,” ucap Wilson.

Mulai tersangkut kasus surat Al-Maidah di Kepulauan Seribu p4da September tahun lalu, p3rkiraan perolehan suara Ahok dari yg tadinya 45-47% merosot tajam m3njadi 26%.

demo 4 november 2016, nilai-nilai pluralisme, pluralisme vs islam radikal, FPI, Isu Sara, persaigan pilgub DKI, Berita Bebas, Berita Terbaru, BeritaBebasX, Ulasan Berita, Ahok, Ahok Gubernur DKI, Islam, ribuan umat islam, aksi demo, Demokrasi,
Demo 4 November rusuh 2016 – BeritaBebasX

Sebastian pun m3nuturkan saat dia m3ngunjungi Jakarta pada September 2016, hampir s3mua p3ngemudi taksi yg b3rbicara dgnnya m3ngatakan mereka suka kinerja Ahok m3mimpin Jakarta.

“Tid4k ada isu paling fundamental yg bertumbuh dlm pilkada ini selain agama,” ucap Sebastian, seperti dilansir Channel News Asia, Selasa (18-April).

S3telah selama 3 dekade di bawah k3pemimpinan Orde Baru Presiden Suharto, Indonesia m3masuki tahapan berdemokrasi dan memberikan peluang gerak cukup luas dan bebas buat kelompok Islam garis keras atau radikal.

Timbulnya gerakan-gerakan Islam garis keras dlm beberapa tahun belakangan baik m3lalui penerapan syariah atau peraturan daerah lainnya mempertontonkan b4gaimana hubung4n antara Islam dan demokrasi di Indonesia.

Walaupun begitu dukungan buat kelompok Islam tidak besar dlm pemilu 2014. Partai-partai Islam cuma meraih 33% suara dibanding partai sekuler yg meraup lebih dari 50% suara.

Tapi aksi unjuk rasa 4 November lalu di Jakarta m3mperlihatkan kelompok garis keras cukup m3ndapat byk sorotan dan dukung4n dari sebagian rakyat Indonesia di ibu kota Jakarta.

Sebastian m3lihat pertarungan kelompok p3ndukung pluralisme dan Islam radikal bakal t3rlihat dlm hasil pilkada hari ini. Kecenderungan ini dapat jadi terus b3rkembang sampai ke pemilu 2019 nanti. [BBX]
Sumber : BeritaBebasX | Blog yang di dedikasi untuk update berita bebas

via BeritaBebasX – Blog yang di dedikasi untuk update berita bebas

Advertisements