Kiasan tajam hakim Tipikor saat sidang kasus korupsi e-KTP

Berita Bebas X, Indonesia – Sidang kasus dugaan korupsi proyek p3ngadaan KTP elektronik yg dibuka dalam Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat telah berjalan 3x. Sewaktu itu juga ruang sidang diw4rnai drama tangisan, c3rita di b4lik penyidikan, sampai sanggahan-sanggahan dari pihak-pihak yg dikira kecipratan uang korupsi proyek yg bikin negara merugi sampai Rp 2,3 triliun.

T4k k4lah m3narik, sidang pun diwarnai kiasan-sindiran majelis hakim. Tengok saja ketika saksi Miryam S Haryani, mantan anggota Komisi II DPR akan m3ncabut s3luruh b3rkas Berita Acara P3meriksaan miliknya terhubung kasus korupsi proyek e-KTP. Majelis hakim l4ngsung terperangah. Hakim anggota, I Frangky Tumbuwan m3nyindir Ketua Srikandi Partai Hanura yg dianggapnya pandai mengarang.

“K3napa dicabut? Jawaban ibu bagus, sistematis, kalau orang m3ngarang s3ketika tidak dapat sebagus ini. B3rarti ibu pandai mengarang, bisa jadi dulu waktu sekolah pelajaran m3ngarang dpt nilai 10,” cecar Frangky.

Berita Bebas X – Miryam mengaku ketika itu berada dalam tekanan penyidik KPK. Hakim Frangky k3mbali b3rtanya mengenai kebenaran kejadian adanya b4gi-bagi uang di Komisi II DPR melalui dirinya. Jawaban yg tak jauh berbeda kembali diucapkankan Miryam, b4hwa dia tdk m3mbenarkan BAP t3rsebut t3rmasuk membantah adanya bagi-bagi uang. Jengkel mendengar jawaban Miryan, Frangky k3mbali melontarkan sindiran, Miryam sebagai anggota dewan yg tidak layak

“Ibu ini anggota dewan terhormat, ibu tdk layak mengarang seperti ini,” kata Frangky.

SIMAK JUGA Berita Bebas Lainnya
Fadli Zon minta maaf dan akan ganti ongkos penjemputan anaknya di New York
Pernyataan Christianto Wibisono Tentang Politik dan Pemerintahan AHOK

Sebelumnya, Frangky pun dibuat kesal dgn pengakuan mantan anggota Komisi II DPR Taufiq Effendi dan Teguh Djuwarno. Frangky bertanya terkait sosok Andi Agustinus alias Andi Narogong yg mempunyai peran strategis dalam kasus ini yg juga disebut orang dekat Setya Novanto. K3duanya kompak menjawab tidak pernah mengetahui, m3ngenal ataupun mendengar nama tersebut. Geram dgn jawaban tersebut, Hakim Frangky kembali m3lempar sindiran. Dia mengaku tak habis pikir dgn pengakuan keduanya yg sama sekali tidak pernah mendengar nama Andi Narogong.

“Saya heran kok enggak ada yg k3nal ya? Enggak p3rnah ketemu emang di DPR? Padahal didakwaan luar biasa sekali peran Andi ini, aktif sekali,” kata Frangky.

Berita Bebas X – Dalam persidangan sebelumnya, majelis hakim pun menyindir s4lah s4tu saksi yg merupakan mantan sekretaris jenderal kementerian, Diah Anggraeni. Dia mengaku m3nerima hasil bagi-bagi uang korupsi e-KTP dari Irman, salah satu dari dua tersangka atas kasus ini. Uang tersebut diberikan Andi Narogong tahun 2013 m3lalui Irman sebanyak dua kali. Pemberian pertama dari Irman USD 300.000, Pemberian kedua baru Andi Narogong USD 200.000. Sontak majelis hakim bereaksi m3mpertanyakan sikap Diah yg tak melapor ke KPK. Sambil menahan tangis, Diah m3ngaku k3salahannya m3nerima s3rta menguasai anggaran tersebut.

“Kenapa saudara saksi t3rima begitu s4ja? Itu uang jumlahnya besar,” tanya hakim terhadap Diah. [BBX]
Sumber : BeritaBebasX | Blog yang di dedikasi untuk update berita bebas

via BeritaBebasX – Blog yang di dedikasi untuk update berita bebas

Advertisements