Kepiting Vampire, Fauna Air Cantik Asal Pulau Jawa

kepiting vampire, kepiting vampire, Fauna Air Cantik, Asal Pulau Jawa, Dalam Negeri, Indonesia, Penelitian, Sukses, Berita Bebas, Berita Terbaru, BeritaBebasX, Ulasan Berita,
Kepiting Vampire, Fauna Air Cantik Asal Pulau Jawa – BeritaBebasX


Berita Bebas X, Indonesia
– Sesudah dilakukan pemantauan secara berulang, Lukhaup sukses memetakan asal kepiting tersebut yakni di Pulau Jawa.

Kepiting vampire, ya sepintas kepiting tersebut mirip dgn vampir yg demen menghisap darah. Nama kepiting vampire diambil dari matanya yg berwarna kuning. Selain itu warna tubuhnya yg cerah berlawanan dgn matanya sehingga menyamaii vampir.

Tapi apakah Kamu tahu bahwa kepiting vampire tersebut berasal dari tanah Jawa?

Dikutip dari laman berita bebas yang sudah tersebar luas, Profesor Biologi dari National University of Singapore Peter Ng menyampaikan hewan ini belum secara umum diketahui jenisnya. Tapi secara pasti ia belum mengetahui dari mana fauna ini berasal. “Saya pertama kali memandang kepiting ini di sebuah toko ikan di Singapura,” ujar dia saat itu.

SIMAK JUGA Berita Bebas Lainnya
Pahami office syndrome, si pengacau kesehatan bagi pekerja kantoran
Ini lho, 4 isyarat gebetanmu masih sayank sama mantannya!

Sebagai seorang peneliti, Peter mencoba menelusuri asal usul daerah penghasil kepiting yg terlihat menyeramkan ini. Beberapa penyuplai kepiting yg ia jadikan bahan penelitian mengatakan kepiting vampire tersebut berasal dari Indonesia. “Kemungkinan berasal dari Jawa, Krakatau, Kalimantan hingga Papua Nugini,” ucapnya.

Sampai pada akhirnya ia membawa seorang karsinologis atau pakar kepiting asal Jerman, Christian Lukhaup dalam penelitiannya ini. Sesudah dilakukan penelusuran secara berulang, Lukhaup sukses memetakan asal kepiting tersebut yakni dari Pulau Jawa.

Berdasarkan Penelitian penelitian tersebut, kepiting vampire mempunyai dua jenis spesies yakni Geosesarma dennerle dan Geosesarma hagen.

Sampai skarang tim para ahli sudah menemukan 53(lima putluh tiga) spesies genus Geosesarma. Hal ini memungkinkan jenis hewan ini bakal bertambah jumlahnya sebab masih ada yg belum teridentifikasi. Penemuan ini dipublikasikan dalam jurnal Raffles Bulletin of Zoology. [BBX]
Sumber : BeritaBebasX | Blog yang di dedikasi untuk update berita bebas

via BeritaBebasX – Blog yang di dedikasi untuk update berita bebas

Advertisements