5 Dampak buruk dari rutin mengisap jempol tangan



Berita Bebas X – Berdasarkan penelitian dari Palo Alto Medical Foundation, mengisap jempol merupakan kebiasaan yg paling umum dilakukan oleh anak kecil. Mereka mempunyai kebiasaan ini sebab mengisap jempol dapat menenangkan diri mereka dari rasa lapar, bosan, atau kelelahan.

Kebanyakan anak kecil menghentikan kebiasaan ini saat mereka berusia di antara 3-6 tahun. Walaupun demikian, kebiasaan mengisap jempol tangan tetap saja memberikan dampak negatif serupa penjelasan dibawah ini.

Ganjalan susunan gigi
Ganjalan atau permasalahan susunan gigi merupakan dampak buruk pertama dari rutinitas mengisap jempol tangan. Susunan gigi akan maju atau mundur. Selain itu atap mulut bisa jadi cacat. Dan jika dibiarkan dalam waktu lama, maka pengobatan dari dokter gigi mungkin diperlukan.

Kesulitan bicara
Sulit untuk berbicara adalah efek samping lainnya dari kebiasaan mengisap jari. Sebabnya mengisap jari akan membuat susunan gigi berantakan yang kemudian memperlambat keselarasan antara lidah dan gigi untuk menghasilkan suara. Cadel juga terjadi akibat efek samping mengisap jempol.

SIMAK JUGA Berita Bebas Lainnya
Waspada jangan konsumsi jagung berlebihan kalau tak mau begini!
Zucchini, si timun Jepang yg buat badan langsing dan kulit halus

Penyebaran kuman
Jari tangan penuh dengan kuman yang tak terlihat. Begitu pula dengan jempol. Dan kebiasaan ini membuat kuman mudah menyebar masuk ke dalam pencernaan.

Infeksi jari
Kebiasaan mengisap jari membuat kulit jadi menipis dan rentan untuk terkena infeksi.

Bully-an dari teman sekitar
Anak-anak yang memiliki kebiasaan mengisap jempol biasanya mudah untuk di-bully oleh teman-teman di sekitarnya. Sebabnya kebiasaan ini lekat sebagai kebiasaan anak bayi atau balita.

Jadi, buah hatimu masih memiliki kebiasaan untuk mengisap jempol tangan? Sebaiknya hentikan agar tidak mengalami gangguan kesehatan di kemudian hari.

Sumber : BeritaBebasX | Blog yang di dedikasi untuk update berita bebas

via BeritaBebasX – Blog yang di dedikasi untuk update berita bebas

Advertisements