Polisi jelaskan berita pencatatan para kiai dikaitkan PKI adalah hoax

Kapolres Malang, Universitas Raden Rahmad, Islam, medsos, Ulama, PKI, pencatatan para kiai, Berita Bebas, Berita Terbaru, dikaitkan PKI adalah hoax,
Kapolres Malang di Universitas Raden Rahmad – BeritaBebasX


Berita Bebas X
– Di hadirat para kiai dan ulama, Kapolres Malang menerangkan kabar hoax dikaitkan pencatatan para kiai dan ulama di Jawa Timur. Pihaknya menyayangkan, niat baik Kepolisian malahan dikait-kaitkan sedemikian rupa dgn kejadian G/30S/PKI Tahun 1965.

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung di hadirat para kiai dan pimpinan pesantren NU (Nahdlatul Ulama) dan Muhammadiyah menjelaskan bahwa kabar tersebut hoax atau tidak betul. Malahan pihak Kepolisian mau bersilaturahim dgn para ulama dan kiai, termasuk di Kabupaten Malang.

“Saya katakan, itu dampak dari medsos (media sosial). Dapat saya tegaskan itu berita hoax,” tegas AKBP Yade Setiawan Ujung di Universitas Raden Rahmad (Unira) Kabupaten Malang, Selasa (7-Februari).

Kata Yade, berita yang sudah tersebar luas itu tidak betul tersebut bermula dari wilayah Jombang yg menyebut adanya pencatatan kiai dan ulama. Setelah itu Kabar tersebut mulai dikaitkan dgn kejadian pembantaian G30S/PKI tahun 1965.

“Di mana dikatakan, setelah kiai dan ulama didata, dikhawatirkan bakal ada tindakan negatif seperti kejadian 1965,” tuturnya.

Yade menjabarkan, berwawal adanya pencatatan para kiai dan ulama di Jawa Timur. Ide tersebut bermula dari Kapolda Jawa Timur yg baru Irjen Pol Machfud Arifin menjenguk KH Hasyim Muzadi yg ketika itu dirawat di Rumah Sakit Lavalette Kota Malang.

SIMAK JUGA Berita Bebas Lainnya
Jokowi: Waktunya Indonesia berdiri sebagai sumber pemikiran Islam dunia
Cak Nun ucap orang sudah sombong sedangkan ilmu Islam sebatas kulit

“Ketika itu kiai Hasyim memberikan nasihat ke Kapolda agar sowan ke tokoh agama, kiai dan ulama di Jawa Timur,” tegasnya.

Awal mula dari situ, Kapolda berniat menjalankan nasehat dari mantan PB NU tersebut. Tapi tidak keseluruhan pesantren dapat dikunjungi, namun bakal ditentukan secara prioritas.

Oleh sebab itu ditanyakan ke Polres-Polres. Kapolda sendiri telah berkunjung ke sejumlah Pondok Pesantren di Pasuruan dan Jombang. Tidak lama lagi bakal berkunjung ke beberapa Pondok Pesantren di Malang Raya.

“Jadi latar belakang seperti itu, buat memperkenalkan diri. Tidak ada maksud negatif, apalagi seperti diterangkan bakal ada tindakan negatif seperti kejadian 1965,” terangnya.

Kabar berita mengenai hoax tersebut dinilai sudah meresahkan masyarakat luas dan diharapkan segera diakhiri. Pihaknya pun menegaskan yg dilakukan tak cuma mau mengetahui dan memperkenalkan diri.

“Malahan orang yg demikian (penyebar hoax), harus mempertanggungjawabkan kepada Allah. Malahan maksud kita baik ternyata dikaitkan beragam,” paparnya.

Abdul Kholiq, Pengasuh dan Pimpinan sebuah Pondok Pesantren di Pagak Kabupaten Malang mengiakan tak pernah didatangi petugas kepolisian terkait urusan pencatatan. Namun memang dalam seminggu terakhir mendengar kabar di medsos.

“Di Malang seharusnya belum ada pencatatan. Tidak ada sama sekali,” tegasnya.

Puluhan pimpinan dan pengurus Pondok Pesantren di Kabupaten Malang berkumpul di Universitas Raden Rachmad Kepanjen, Kabupaten Malang. Acara dikemas dlm silaturahmi Bersama Ulama NU dan Muhammadiyah dalam rangka Memperkuat Ukhuwah Islamiyah dan Wathaniyah agat merawat NKRI dan Pancasila.

Datang memberikan peryataan di antaranya Ketua PC NU Kabupaten Malang dr Umar Usman, Ketua Muhammadiyah Kabupaten Malang DR Mursidi, Ketua MUI Kabupaten Malang KH Misno Fadhol Hija dan Rektor Unira Hasan Abadi. [BBX]
Sumber : BeritaBebasX | Blog yang di dedikasi untuk update berita bebas

via BeritaBebasX – Blog yang di dedikasi untuk update berita bebas

Advertisements