Huruf Arab di bendera merah putih punya FPI buat geram

Demo FPI di Mabes Polri, Kejadian, FPI, Hukum, tak disangka, Berita Bebas, Indonesia, Dalam Negeri, Berita Bebas, Ulasan Berita, Tito Karnavian, Polemik,
Demo FPI di Mabes Polri – BeritaBebasX


Berita Bebas X
– Bendera merah putih dilambaikan massa ormas Front Pembela Islam (FPI) saat berdemo di Mabes Polri pada Senin lalu, bikin tak sedikit masyarakat merasa geram. Mereka dirasa sudah meremehkan simbol negara dgn menambah huruf Arab dan gambar pedang.

Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI), Nazri Adlani, mengukuhkan tak sependapat bendera merah putih, Karna, itu adalah lambang nasional oleh sebab itu tak boleh dituliskan apapun. “Bendera Merah putih itu tak boleh ditambah-tambah,” ungkap Nazri di Kantor Pusat MUI, Jakarta, Rabu kemarin.

Bekas Sekretaris Umum MUI tahun 1995-2000, ini menyerukan masyarakat tak gampang terprovokasi kemunculan bendera merah putih bertulisan Arab tersebut. Nazri beranggapan kemunculan bendera tersebut bermaksud buat memojokkan umat muslim. “Ini bisa jadi kita mau dipojokkan,” terangnya.

SIMAK JUGA Berita Bebas Lainnya
Dunia makin kacau menurut Indeks Perdamaian Dunia 2016
Pernyataan Christianto Wibisono Tentang Politik dan Pemerintahan AHOK

Selain itu, Nazri pun menegaskan bahwa bendera merah putih merupakan bendera nasional perlulah dijaga kemurniannya. Maka dari itu jangan sampai dicoret-coret, apalagi oleh rakyatnya sendiri.

“harus kita beritahu agar bendera merah putih itu merupakan Lambang negara. Wajib dijaga dgn segala kekuatan,” tegasnya.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menetapkan akan memeriksa perihal kebenarannya. Dia menegaskan ada undang-undang yg mengatur terkait lambang negara.

“Kita kembali ke aturan hukum. Negara kita negara hukum. Jika itu tidak diatur undang-undang paling masalahnya masalah moralitas dan masalah sosial. Namun kita lihat ada aturan undang-undang aturan memperlakukan lambang negara termasuk bendera. Bendera yg telah rusak ada aturannya tidak boleh dikibarkan ada ancaman satu tahun,” papar Tito.

Tito menegaskan, bendera merah putih wajib dihormati. Tidak boleh membuat tulisan di bendera dan lain-lain. “Itu ada undang-undang yg mungkin di negara lain tidak dilarang namun di negara kita dilarang ada hukumannya satu tahun (kurungan),” tambahnya.

Tentunya, kata Tito, pihaknya memastikan bakal melakukan penyelidikan mengenai hal tersebut. Polisi bakal memanggil penanggungjawab aksi tersebut.

“Siapa yg bikin siapa yg membawa. Penanggung jawab korlapnya bakal kita panggil. Siapa ini. Dan kita melihat sportifitas. Jgn sampai nanti mohon maaf akal akalan bilang enggak tahu padahal tahu itu berbohong diri sendiri. Nanti seperti hasilnya kadang tertangkap atau tidak tapi saya mendorong supaya maksimal penyelidikan ini,” tegasnya.

Berikut video pengibaran bendera merah putih bertuliskan Arab dan bergambar pedang:
Sumber : BeritaBebasX | Blog yang di dedikasi untuk update berita bebas

via BeritaBebasX – Blog yang di dedikasi untuk update berita bebas

Advertisements