Ini dasar polisi tahan pengarang buku ‘Jokowi Undercover’

Kejadian, Presiden, Jokowi, Indonesia, Hukum, Penelitian, disita polisi, 'Jokowi Undercover', Berita Bebas, Berita Terbaru, Ulasan Berita, Dalam Negeri, UU ITE, PKI, Isu Sara,
Ini dasar polisi tahan pengarang buku ‘Jokowi Undercover’ – BeritaBebasX


Berita Bebas
– Polisi telah memulai penahanan terhadap pengarang buku ‘Jokowi Undercover, menyelidik jejak sang pemalsu jatidiri-prolog revolusi kembali ke UUD 45′, Bambang Tri Mulyono. Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri, Irjen (Pol) Boy Rafli Amar menyampaikan, penahanan dilaksanakan sebab berdasarkan perolehan pemeriksaan sementara, konten buku tersebut tak bersumber data primer dan sekunder.

“Motif sementara, hasil analisis konten, maka buku ini tidak didasarkan, tidak terdukung atas data primer dan sekunder yg bisa dipertanggungjawabkan,” kata Boy di Kantor Humas Mabes Polri, Jakarta, Berita Bebas didapat pada hari Rabu (3-Januari).

SIMAK JUGA Berita Bebas Lainnya
Cak Nun ucap orang sudah sombong sedangkan ilmu Islam sebatas kulit
Santainya Habib Rizieq tanggapi tudingan menistakan agama

Bagi Boy, dalam penghimpunan materi bukti kasus itu, polisi sudah memeriksa sejumlah saksi. Di antaranya saksi ahli pidana, saksi ITE, saksi bahasa, saksi sosiolog, dan saksi ahli sejarah.

“Terdakwa diduga melakukan upaya menyebar kebencian. Untuk itu dugaan pelanggaran hukum menguat,” jelas Boy.

Mantan Kapolda Banten ini melanjutkan, ada beberapa pernyataan yg diduga bentuk perkataan kebencian oleh Bambang Tri dialamatkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Contoh di antaranya pernyataan yg menyebutkan Jokowi yakni pemimpin yg tumbuh dari keberhasilan media massa dan lewat kebohongan rakyat Indonesia.

“Jadi ini kumpulan kata yg sifatnya ujaran kebencian,” singkatnya.

Bambang Tri ditahan sesudah menjalani interogasi di Polsek Tanjungan, Jawa Tengah, pada Jumat 30 Desember 2016. Investigasi kegiatan diskusi buku ‘Jokowi Undercover, mencari jejak sang pemalsu jatidiri-prolog revolusi kembali ke UUD 45′ dilakukan gara-gara naskah asli yg diduga dalam buku tersebut tak memiliki izin. Kegiatan diskusi itu dilakukan pada Senin (19-Desember) sekira pukul 20.30 WIB hingga pukul 24.25 WIB di Pendopo Kecamatan Muntilan, Kecamatan Magelang.

Isi buku ‘Jokowi Undercover, mencari jejak sang pemalsu jatidiri-prolog revolusi kembali ke UUD 45′ ini tak sedikit menyasar prihal pribadi Jokowi. Dalam buku tersebut, Bambang Tri mengatakan Jokowi sebagai keluarga Partai Komunis Indonesia (PKI). Bambang Tri pun mengatakan bahwa di Desa Giriroto, Boyolali adalah basis PKI terkuat di Indonesia, sebalaliknya PKI sendiri sudah dibubarkan pada tahun 1966.

Efek perbuatannya, Bambang terancam dijerat dgn Pasal 28 ayat 2 UU ITE, yg menyebut setiap orang yg dgn sengaja dan tanpa hak memberitakan informasi yg ditujukan buat mengakibatkan rasa kebencian atau permusuhan terhadap individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Selain itu, Bambang Tri pun disangkakan dgn Pasal 16 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008, yaitu “Setiap orang yg dgn sengaja menunjukkan kebencian atau rasa benci kepada orang lain berdasarkan diskriminasi ras dan etnis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf b angka 1, angka 2, atau angka 3, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 500 juta”. Bagaimana tanggapan para pembaca sekalian mengenai kasus ini ???
Sumber : BeritaBebasX | Blog yang di dedikasi untuk update berita bebas

via BeritaBebasX – Blog yang di dedikasi untuk update berita bebas

Advertisements