Agen nakal terus mengantar TKI ke Timur Tengah walaupun telah dilarang

ilustrasi tki – BeritaBebasX


Berita Bebas X
– Mulai tahun 2011, pemerintah sudah mengedarkan larangan pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) ke-21 negara di kawasan Timur Tengah. Tapi, beberapa negara seperti Arab Saudi, Suriah, Uni Emirat Arab, dan Qatar masih saja menerima penempatan pahlawan devisa.

“Suriah yakni salah satu negara yg tidak dibolehkan pengiriman TKI ke sana. Selain itu ada juga ke Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar. Tapi, sampai sekarang tetap saja ada penempatan secara tidak prosedural (ke negara tersebut). Sayangnya, pemerintah tak bisa cek dan kontrol,” kata Teguh Hendro Cahyono , Deputi perlindungan BNP2TKI, di Hotel Sari Pan Pasific, Kamis (15-Desember).

Tidak terdeteksinya pengiriman TKI ke negara- negara tersebut karena pola yg dilakukan yakni pengiriman yg tidak langsung. Biasanya pada TKI yg bakal mengadu nasib di luar negeri, transit di negara yang tidak memerlukan visa.

“Pola-pola seperti itu masih dilakukan. Seperti misalnya dari kampung halaman kemudian transit ke negara tertentu. Biasanya Malaysia atau Singapura. Kemudian masuk ke negara Timur Tengah,” ucap Teguh.

SIMAK JUGA Berita Bebas Lainnya
Dunia makin kacau menurut Indeks Perdamaian Dunia 2016
Pernyataan Christianto Wibisono Tentang Politik dan Pemerintahan AHOK

“Jalur seperti inilah yang perlu kita waspadai dan berantas pelakunya. Tapi tidak mudah melakukannya karena beberapa faktor. Salah satunya kita tidak bisa deteksi orang yg ke luar negeri seperti Malaysia dan Singapura sebab bebas visa,” sambungnya.

Berdasarkan laporan yg diperoleh BNP2TKI, pelaku yg melakukan penempatan TKI adalah orang yg ditokohkan di kampung halaman para TKI. Orang yg ditokohkan ini, kata Teguh, mereka yg mempunyai kemampuan ekonomi menengah atas dan memiliki jaringan dgn beberapa penyalur tenaga kerja.

Mereka mengajak sejumlah orang yg tidak punya pekerjaan dgn iming-iming uang. Padahal para pekerja tersebut bahkan tidak tahu bakal ditempatkan di negara yg telah dilarang.

“Kebanyakan (yang mengirim) justru mereka yg ditokohkan di kampungnya. Jadi di satu sisi masyarakat percaya karena itu tokoh. Tetapi ketika kami bertemu para TKI yang di Suriah, mereka banyak yang ngaku enggak mengerti akan ditempatkan di Suriah karena janjinya hanya ditempatkan di Emirat Arab atau Saudi. Padahal negara-negara itu telah ditutup untuk pekerja domestik,” papar Teguh.

Kendati demikian, pemerintah telah melakukan tindakan tegas kepada orang-orang yang terbukti melakukan penempatan pekerja secara ilegal. Jalur hukum merupakan satu-satunya yg harus dilalui orang tersebut.

“Ya. Kami telah menyodorkan laporan dan proses hukum kepada pihak berwajib. Beberapa pelaku pun telah ditangkap. Salah satunya dari dari NTB,” tutup Teguh.
Sumber : BeritaBebasX | Blog yang di dedikasi untuk update berita bebas

via BeritaBebasX – Blog yang di dedikasi untuk update berita bebas

Advertisements