Jokowi Harap Nilai Tukar Rupiah Ditakar Juga Pakai Yuan

Presiden Joko Widodo ketika memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, 2 Januari 2016

Berita Bebas X – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, nilai tukar rupiah atas dollar Amerika Serikat kala ini tak dapat lagi dijadikan patokan buat menaksir ekonomi Indonesia.

Ia mengharapkan masyarakat pun dapat menaksir nilai tukar rupiah dgn mata uang negara lain, seperti yuan renminbi (China).

Hal tersebut disampaikan Jokowi ketika menjadi pembicara kunci dalam Sarasehan 100 Ekonom yg digelar Indef, di Jakarta, Selasa (06 Desember 2016).

Jokowi menyampaikan, pasca-terpilihnya Donald Trump selaku Presiden Amerika Serikat, mata uang dari beberapa negara termasuk Indonesia mengalami pelemahan atas dollar AS.

SIMAK JUGA Berita Bebas Lainnya
Rancangan Jokowi disebut hasil SBY, revolusi mental dipertanyakan
Ini bukti-bukti pemain politik yg disebut Jokowi tunggangi demo Ahok

Tapi, Jokowi menilai, melemahnya nilai tukar tersebut harusnya tak menjadi kekhawatiran besar.

“Menurut saya, kurs rupiah dan dollar bukan lagi tolok ukur yg tepat,” kata Jokowi.

Sebab, lanjut dia, ekspor Indonesia ke Amerika Serikat pada saat ini tidak begitu signifikan, hanya 10 persen.

Di sisi lain, Trump dgn kebijakan “America first” bakal lebih membuat AS berjalan sendiri.

“Artinya, kurs rupiah-dollar semakin tak mencerminkan fundamental ekonomi Indonesia, malahan semakin mencerminkan kebijakan ekonomi AS yg saya sampaikan jalan sendiri tadi,” ucap Jokowi.

mestinya, lanjut Jokowi, masyarakat dan dunia usaha mulai mengukur Indonesia dgn mitra dagang terbesarnya.

Tempo ini, lanjut Jokowi, China sebagai mitra dagang terbesar buat Indonesia, dgn total ekspor mencapai 15 persen. Sementara itu, Eropa 11,4 persen dan Jepang 10,7 persen.

“Kalau Tiongkok (China) terbesar ya harusnya rupiah-renminbi yg relevan,” ujar Jokowi.
Sumber : BeritaBebasX | Blog yang di dedikasi untuk update berita bebas

via BeritaBebasX – Blog yang di dedikasi untuk update berita bebas

Advertisements